Istri Babe Cabita Terima Tawaran Kerja Sama untuk Mendiang

Istri Babe Cabita masih kerap menerima pertanyaan tentang rate card mendiang suaminya meski sudah hampir dua tahun berlalu sejak kepergiannya. Zulfati Indraloka atau yang akrab di sapa Fati mengaku bingung harus memberikan harga yang mana setiap kali ada pihak yang menghubunginya untuk urusan endorsement atau kerja sama.

Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan warisan nama Babe Cabita di industri hiburan Indonesia. Komika yang di kenal dengan rambut kribonya itu masih memiliki daya tarik komersial yang tinggi bahkan setelah meninggal dunia pada 9 April 2024 lalu.

Kebingungan Fati Menerima Tawaran Rate Card

Fati Indraloka menyampaikan curhatannya tentang situasi unik yang ia hadapi sebagai istri dari almarhum komika terkenal. Banyak pihak yang masih menghubunginya untuk menanyakan tarif kerja sama atas nama Babe Cabita.

“Bingung kasih harga yang mana,” ungkap Fati ketika menjelaskan situasi yang ia hadapi.

Pertanyaan tentang rate card ini kerap muncul dari berbagai pihak. Mulai dari brand yang ingin menggunakan konten lama Babe Cabita hingga pihak yang tertarik berkolaborasi dengan warisan bisnis mendiang.

Sebagai catatan, Babe Cabita semasa hidup sangat produktif dalam dunia periklanan dan endorsement. Ia sempat menjadi bintang iklan untuk berbagai produk bersama rekan-rekan komikanya.

Warisan Nama yang Tak Pernah Padam

Hampir dua tahun berlalu sejak Babe Cabita menghembuskan napas terakhir pada 9 April 2024 pukul 06.38 WIB di RS Mayapada Lebak Bulus. Namun hingga kini, namanya masih terus hidup di hati masyarakat Indonesia.

Komika bernama asli Priya Prayogha Pratama ini meninggalkan jejak yang sangat dalam di industri hiburan Tanah Air. Karya-karyanya dalam stand up comedy maupun film layar lebar masih sering di tonton dan di nikmati banyak orang.

Bahkan konten-konten lamanya di media sosial masih viral dan mendapat engagement tinggi. Hal ini membuat banyak brand tertarik untuk tetap berkolaborasi meski sang komika sudah tiada.

Perjalanan Karier Babe Cabita yang Gemilang

Babe Cabita memulai kariernya melalui kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV. Ia berhasil meraih gelar juara pada musim ketiga yang berlangsung tahun 2013.

Setelah menjuarai SUCI, namanya mulai di kenal luas oleh masyarakat Indonesia. Gaya lawakan yang santai dan relatable membuat Babe Cabita cepat meraih popularitas.

Tidak hanya berdiri di panggung komedi, Babe Cabita juga merambah dunia akting. Ia membintangi berbagai film layar lebar yang sukses secara komersial.

Film Comic 8 menjadi salah satu karya yang mengangkat namanya semakin tinggi. Bersama sesama komika, Babe Cabita berhasil menghibur jutaan penonton bioskop di seluruh Indonesia.

Selain Comic 8, ia juga tampil dalam film-film lain seperti Epen Cupen the Movie, Ada Cinta di SMA, The Underdogs, Sesuai Aplikasi, dan Kapal Goyang Kapten.

Warisan Bisnis Dadar Beredar

Selain meninggalkan karya di dunia hiburan, Babe Cabita juga mewariskan bisnis kuliner kepada keluarganya. Dadar Beredar menjadi bukti nyata kecintaannya pada makanan berbahan dasar telur.

Fati Indraloka kini mengelola bisnis tersebut sebagai warisan dari almarhum suami. Dadar Beredar telah berkembang pesat dengan puluhan outlet tersebar di berbagai kota.

“Ada 24 outlet. Alhamdulillah pegawainya satu outlet bisa ada 40, karena dua shift kan,” ungkap Fati tentang kondisi terkini bisnis warisan suaminya.

Bisnis ini sebenarnya sudah di persiapkan Babe Cabita sejak sebelum ia sakit. Namun nasib berkata lain, pembukaan outlet pertama harus di gelar tanpa kehadirannya karena saat itu ia sedang berjuang melawan penyakit.

Perjuangan Melawan Anemia Aplastik

Babe Cabita di diagnosis mengidap anemia aplastik pada Juni 2023. Awalnya ia mengira hanya terkena demam berdarah karena trombositnya menurun drastis.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk pengambilan sumsum tulang belakang, dokter menyatakan Babe mengidap penyakit langka tersebut. Anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru dengan cukup.

“Penyakit aku cukup langka, nama penyakitnya anemia aplastik,” ujar Babe Cabita saat menceritakan kondisinya semasa hidup.

Untuk mendapatkan pengobatan terbaik, Babe Cabita menjalani perawatan di Malaysia. Ia sempat merasa kondisinya membaik dan bahkan menjalankan ibadah umrah bersama keluarga pada Februari 2024.

Namun sepulang dari umrah, kondisinya kembali menurun drastis. Ia harus kembali di rawat di rumah sakit Malaysia untuk menjalani pengobatan intensif.

Wasiat tentang Harga Barang Koleksi

Jauh sebelum meninggal, Babe Cabita sudah menyampaikan pesan penting kepada istrinya tentang nilai barang-barang koleksinya. Hal ini menunjukkan kesadarannya akan kondisi kesehatan yang tidak menentu.

“Jadi dalam keadaan aku di rumah sakit, aku nge-drop, aku sudah lemas nggak tahan. Aku minta ambilin barang-barang aku yang kayaknya kamu nggak bisa merawatnya,” ungkap Babe Cabita semasa hidupnya.

Babe menyebutkan beberapa koleksi yang ia miliki seperti motor-motor tua, mobil antik, dan ikan koi. Ia meminta istrinya untuk menjual barang-barang tersebut jika memang tidak bisa di rawat.

“Mumpung aku masih hidup, aku bisa kasih tahu ini harganya sekian,” kata Babe berseloroh pada saat itu.

Wasiat ini kemudian terbukti sangat berguna bagi Fati. Salah satu barang koleksi Babe Cabita yakni Vespa Darling 50s berhasil di lelang dengan harga fantastis mencapai Rp 212 juta. Hasil lelang tersebut di sumbangkan untuk pembangunan masjid dan pondok pesantren.

Fati Indraloka Meneruskan Perjuangan

Sepeninggal Babe Cabita, Fati Indraloka harus mengambil alih banyak tanggung jawab. Ia kini menjadi tulang punggung keluarga sekaligus pengelola warisan bisnis suaminya.

Wanita kelahiran 22 September 1993 ini sempat mengalami masa-masa sulit di awal kepergian suami. Ia mengaku sering melamun dan menyendiri karena rasa kehilangan yang begitu besar.

“Sama kayak hari pertama di tinggal, seminggu, dua minggu, setahun, kayaknya kalau luka kayak gini tuh pasti akan terus membekas ya,” tutur Fati.

Namun ia berusaha tegar demi kedua anaknya, Bambino Aleki Tanjung dan Nebula Alena Tanjung. Kedua buah hati mereka masih sangat membutuhkan sosok orang tua yang kuat.

Pesan Babe Cabita yang Selalu Diingat

Fati Indraloka mengungkapkan bahwa mendiang suaminya selalu menekankan pentingnya keikhlasan dalam menghadapi takdir. Pesan-pesan tersebut kini menjadi pegangan hidupnya.

“Jadi balik lagi almarhum selalu tekanin, kayak selalu tanamin ke aku, kematian itu pasti. Nggak pun yang lagi sakit, yang lagi sehat pun bisa meninggal. Jadi aku paham ini ketetapan dari Allah SWT, aku harus ikhlas,” ungkap Fati.

Babe Cabita juga kerap mengingatkan istrinya untuk tidak menyalahkan keadaan ketika menghadapi ujian. Ia percaya bahwa setiap cobaan pasti membawa hikmah tersendiri.

“Dia selalu bilang, kita jangan marah sama keadaan, kita pasti bisa lewatin ini,” kenang Fati tentang kata-kata suaminya.

Anak-anak Masih Merindukan Sosok Ayah

Hampir dua tahun berlalu, kedua anak Babe Cabita dan Fati Indraloka masih sangat merindukan sosok ayah mereka. Bambino yang kini berusia sekitar 7 tahun kerap menunjukkan kerinduannya dengan cara unik.

Fati bercerita bahwa Bambino sempat tidak mau makan telur dadar dan durian setelah kepergian ayahnya. Padahal kedua makanan tersebut merupakan kesukaan Babe Cabita yang juga di sukai sang putra.

“Ternyata dia bilang, Bambino nggak suka telor dadar, mau muntah. Terus sudah lama juga di kasih durian nggak mau,” ungkap Fati.

Setelah di tanya lebih lanjut, Bambino mengaku merasa kangen dengan papanya setiap kali melihat makanan-makanan favorit ayahnya tersebut.

Profil Singkat Babe Cabita

Babe Cabita lahir dengan nama lengkap Priya Prayogha Pratama Tanjung pada 5 Juni 1989 di Medan, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara jurusan Ilmu Administrasi Publik dan lulus pada 2012.

Sebelum menikah dengan Babe Cabita, Fati Indraloka bekerja di salah satu bank swasta di Medan. Keduanya pertama kali bertemu di kampus dan menjalin hubungan sejak 2011.

Mereka sempat menjalani hubungan jarak jauh selama beberapa tahun karena perbedaan lokasi kerja. Akhirnya pada 7 Juli 2017, keduanya resmi menikah di Medan.

Babe Cabita dan Fati Indraloka dikaruniai dua orang anak yakni Bambino Aleki Tanjung dan Nebula Alena Tanjung. Kehidupan rumah tangga mereka selalu tampak harmonis dan jauh dari gosip miring.

Kontribusi Besar untuk Dunia Komedi

Kepergian Babe Cabita pada 9 April 2024 meninggalkan duka mendalam bagi dunia komedi Indonesia. Banyak rekan sesama komika yang menyatakan kesedihannya atas kepergian pria yang dikenal sangat murah hati ini.

Raditya Dika mengungkapkan Babe Cabita adalah sosok teman yang lucu dan sangat baik. Ia mengenang kebiasaan unik Babe yang selalu memesan telur dadar di restoran manapun.

“Selamat jalan Babe Cabiita. Teman paling lucu, paling baik. Teman yang kalau kita lagi makan di restoran apa pun pesennya telur dadar,” tulis Raditya Dika.

Komika Oki Rengga yang menjadi orang pertama mengumumkan kepergian Babe Cabita juga sangat terpukul. Ia bahkan ikut membantu proses pemandian jenazah bersama rekan-rekan komika lainnya.

Warisan yang Tak Lekang Waktu

Meski sudah hampir dua tahun meninggal, nama Babe Cabita tetap hidup di hati masyarakat Indonesia. Karya-karyanya masih sering ditonton dan dinikmati banyak orang.

Film-film yang dibintanginya masih terus beredar dan mendapat penonton baru. Stand up comedy-nya juga masih viral di berbagai platform media sosial.

Bahkan bisnis Dadar Beredar terus berkembang di bawah pengelolaan sang istri. Hal ini membuktikan bahwa warisan Babe Cabita bukan hanya soal materi, tetapi juga semangat dan kreativitas yang ia tinggalkan.

Pertanyaan tentang rate card yang masih datang hingga kini justru menjadi bukti bahwa nama Babe Cabita masih memiliki nilai yang tinggi. Meski sang pemilik nama sudah tiada, pengaruhnya tetap terasa kuat di industri hiburan Tanah Air.

Harapan Fati untuk Masa Depan

Fati Indraloka berkomitmen untuk terus menjaga dan melanjutkan warisan suaminya. Ia bertekad membesarkan kedua anaknya dengan baik sambil mengelola bisnis keluarga.

Wanita berhijab ini juga berharap agar kedua anaknya selalu mengingat sosok ayah mereka. Setiap minggu, ia rutin mengajak anak-anaknya berziarah ke makam Babe Cabita.

“Aku akan melewati prosesnya. Lagi sedih, lagi kangen setiap hari bahkan mau tidur, bangun tidur ternyata memang sudah nggak ada selamanya,” ungkap Fati dengan tegar.

Meski berat, Fati yakin bisa melewati semua ujian ini dengan berpegang pada ajaran keikhlasan yang selalu ditekankan mendiang suaminya. Ia percaya bahwa Babe Cabita sudah tenang di sisi-Nya dan selalu mendoakan keluarga yang ditinggalkan.

Kisah Cinta Babe Cabita dan Fati Indraloka

Perjalanan cinta Babe Cabita dan Fati Indraloka dimulai di bangku kuliah Universitas Sumatera Utara. Fati mengaku awalnya tidak tertarik dengan seniornya tersebut, namun luluh karena perhatian yang ditunjukkan.

“Awal-awal itu nggak mau tapi lama-lama dia perhatian memang. Jadi kayak action, misalnya gini Fati masih di kelas kuliah, dia nungguin sampai sore,” kenang Fati tentang awal kedekatannya dengan Babe.

Hubungan mereka berlanjut meski harus menjalani long distance relationship selama beberapa tahun. Babe Cabita harus mengejar kariernya di Jakarta sementara Fati masih bekerja di Medan.

Kesetiaan Fati teruji sejak Babe Cabita belum sesukses kemudian. Ia tetap mendampingi kekasihnya merintis karier dari nol hingga akhirnya berhasil menjadi komika ternama.

Setelah enam tahun berpacaran, keduanya akhirnya memutuskan untuk menikah pada 7 Juli 2017. Pernikahan digelar di Medan dan menjadi momen bahagia bagi kedua keluarga.

Perjalanan Pengobatan yang Melelahkan

Ketika Babe Cabita didiagnosis mengidap anemia aplastik, keluarga langsung mencari pengobatan terbaik. Mereka bahkan rela berobat ke luar negeri demi kesembuhan.

Fati Indraloka menceritakan bahwa proses stem cell sempat dipertimbangkan sebagai solusi untuk penyakit suaminya. Namun dokter enggan menjalankan prosedur tersebut karena tingkat kegagalan yang tinggi.

“Jadi itu ya komplikasi ya jatohnya. Jadinya karena sumsum tulang belakangnya sudah tidak mampu memproduksi darah,” ungkap Fati tentang kondisi akhir suaminya.

Obat-obatan yang dikonsumsi Babe Cabita ternyata juga mempengaruhi kondisi darah dan trombositnya. Dokter memberikan terapi agar kondisi sumsum tulang belakang tidak semakin memburuk.

Komplikasi terus bermunculan hingga akhirnya mempengaruhi otak Babe Cabita. Hasil MRI menunjukkan adanya inflamasi yang menyebabkan penglihatannya kabur.

Momen Terakhir Bersama Keluarga

Sebelum meninggal, Babe Cabita sempat menyampaikan doa dan harapannya kepada istri tercinta. Ia berharap mereka berdua bisa menua bersama.

“Berdoa sama Allah, agar kita berdua bisa menua bersama,” ungkap Babe Cabita dalam pesan terakhirnya kepada Fati.

Keinginan terakhir Babe Cabita adalah merayakan Lebaran di rumah bersama keluarga. Sayangnya takdir berkata lain, ia meninggal sehari sebelum Hari Raya Idulfitri 2024.

Fati Indraloka mengaku belum siap kehilangan sosok suami yang sangat ia cintai. Namun ia harus kuat demi kedua buah hatinya yang masih membutuhkan kehadiran orang tua.

Peringatan Satu Tahun Kepergian

Pada April 2025, keluarga memperingati satu tahun kepergian Babe Cabita dengan penuh haru. Fati Indraloka mengajak anak-anaknya berziarah ke makam sang ayah.

Bambino yang saat itu sudah semakin memahami situasi menunjukkan kerinduan yang mendalam. Ia kerap bertanya kepada ibunya kapan bisa memeluk papanya lagi.

“Jadi dia bilang kalau boleh nggak aku peluk papa setahun lagi, maksudnya dia itu maunya peluk secara nyata. Tapi kan nggak bisa,” cerita Fati dengan mata berkaca-kaca.

Fati berusaha menjelaskan dengan sabar kepada anak-anaknya bahwa ayah mereka sudah berada di tempat yang lebih baik. Ia meyakinkan bahwa papa selalu mendoakan dari surga.

Fenomena Rate Card yang Terus Datang

Hampir dua tahun berlalu, pertanyaan tentang rate card atas nama Babe Cabita masih terus berdatangan ke Fati Indraloka. Fenomena ini membuktikan betapa kuatnya personal branding yang dibangun mendiang.

Sebagai komika sekaligus aktor yang sangat produktif, Babe Cabita sempat menjadi favorit berbagai brand untuk endorsement. Tarifnya semasa hidup tentu disesuaikan dengan tingkat popularitas dan engagement yang dimilikinya.

Namun kini setelah kepergiannya, Fati kebingungan menentukan harga yang tepat. Apakah harus menggunakan tarif lama atau menyesuaikan dengan kondisi saat ini menjadi dilema tersendiri.

Beberapa brand tertarik menggunakan konten lama Babe Cabita untuk keperluan kampanye mereka. Ada pula yang ingin berkolaborasi dengan bisnis Dadar Beredar dengan membawa nama besar sang komika.

Situasi ini menunjukkan bahwa legacy seorang public figure tidak otomatis berakhir ketika ia meninggal. Nilai komersial dari nama dan karya mereka bisa terus berlanjut selama masih ada permintaan pasar.

Fati Indraloka kini harus belajar mengelola hal-hal yang sebelumnya ditangani sendiri oleh suaminya. Termasuk urusan bisnis dan kerja sama komersial yang melibatkan nama Babe Cabita.


Babe Cabita meninggal dunia pada 9 April 2024 di usia 34 tahun setelah berjuang melawan penyakit anemia aplastik. Ia meninggalkan istri tercinta Zulfati Indraloka serta dua anak, Bambino Aleki Tanjung dan Nebula Alena Tanjung.