Denny Sumargo Tolak Undang Roby Tremonti, Aurelie Puji Keren

Denny Sumargo akhirnya memberikan tanggapan tegas setelah Roby Tremonti memohon agar di undang ke podcastnya. YouTuber dan mantan atlet basket itu memutuskan untuk tidak memberikan panggung kepada aktor yang tengah terseret kontroversi child grooming.

Keputusan Denny Sumargo ini langsung mendapat respons positif dari Aurelie Moeremans. Sang aktris bahkan menyebut sikap Densu sebagai tindakan yang sangat keren dan patut di apresiasi.

Kontroversi ini bermula dari viralnya buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Buku tersebut menceritakan pengalaman pahit sang aktris sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun.

Permohonan Roby Tremonti yang Mengemis Panggung

Roby Tremonti secara terbuka memohon kepada Denny Sumargo agar memberikan kesempatan tampil di podcast miliknya. Aktor berusia 45 tahun itu merasa perlu ruang untuk mengklarifikasi tuduhan yang menimpanya.

Dalam wawancara yang viral di media sosial, Roby mengungkapkan kekagumannya pada Denny Sumargo. Ia berharap podcaster tersebut mau membantunya membersihkan nama baik.

“Om Denny Sumargo, tolong saya. Saya tidak ada niat menjatuhkan Aurelie,” kata Roby dalam pernyataannya. Ia bahkan memohon sambil menangis di depan kamera.

Roby menyatakan dirinya hanya ingin hidup tenang bersama keluarga setelah 16 tahun merasa di injak-injak. Ia khawatir kariernya di dunia hiburan akan hancur akibat tuduhan tersebut.

“16 tahun ini saya pulih nama baiknya, saya harus kerja, saya punya tanggungan,” tambahnya dengan nada memelas.

Denny Sumargo Tegas Menolak

Denny Sumargo tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan. Sebelum memberikan jawaban publik, ia terlebih dahulu menghubungi Aurelie Moeremans secara langsung.

Aurelie kemudian membocorkan keputusan Denny melalui unggahan di Instagram pribadinya. Sang aktris mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sikap tegas yang di ambil Densu.

“Bang Densu keren. Kemarin menelepon aku untuk minta kronologis dan memutuskan untuk tidak mengundang child groomer!” tulis Aurelie di akun Instagram-nya.

Pernyataan Aurelie ini langsung viral dan mendapat dukungan dari banyak warganet. Mereka mengapresiasi keputusan Denny yang memilih berpihak pada korban.

Sindiran Pedas di Media Sosial

Denny Sumargo tidak berhenti di penolakan saja. Ia juga melontarkan sindiran pedas terhadap Roby Tremonti melalui akun Threads miliknya.

Dalam unggahannya, Denny menulis ungkapan yang sangat personal dan emosional. Ia membayangkan bagaimana jika anaknya memiliki kelakuan seperti tokoh Bobby dalam buku Aurelie.

“Kalau gw punya anak seperti Boby kelakuannya, ntah apa yg akan gw lakukan. Ampuni aku ya Tuhan,” tulis Denny Sumargo.

Selain itu, Denny juga melempar wacana absurd untuk mempertemukan Roby Tremonti dengan Inara Rusli di ring tinju. Ia bertanya kepada followers-nya akan megang siapa jika pertandingan itu terjadi.

“Boby lawan Insana, tinju, lu megang siapa?” tulis Denny sambil menyindir dua figur yang sedang kontroversial.

Warganet Ramai Mendukung Keputusan Denny

Kolom komentar di setiap postingan Denny Sumargo langsung di banjiri respons dari warganet. Mayoritas mendukung keputusan sang podcaster untuk tidak memberikan ruang kepada Roby.

Banyak netizen yang memohon agar Denny konsisten dengan sikapnya. Mereka khawatir jika Roby tetap di beri panggung untuk berklarifikasi.

“Denny plis jangan kasih si itu panggung buat klarifikasi, plis,” tulis seorang warganet di kolom komentar.

Warganet lain juga memberikan peringatan kepada Denny. Mereka mengingatkan bahwa Roby sudah menyebut namanya secara langsung di wawancara.

“Bangggg jangan sampe ngundang robi krn dia udh mention lu yee di wawancara awas ajaaaaa,” tambah netizen lainnya.

Buku Broken Strings yang Mengguncang

Kontroversi ini tidak bisa lepas dari viralnya buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Buku yang di rilis pada Oktober 2025 ini menceritakan pengalaman pahit sang aktris di masa remaja.

Aurelie mengisahkan dirinya menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat. Ia menyamarkan nama pelaku dengan sebutan Bobby.

Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan berbagai perlakuan yang ia terima. Mulai dari manipulasi emosional, kekerasan seksual, tekanan, hingga kekerasan fisik mewarnai halaman demi halaman.

Aurelie menggambarkan bagaimana proses grooming terjadi secara perlahan. Bobby membangun kedekatan emosional melalui perhatian dan kepercayaan yang pada akhirnya menjebaknya dalam hubungan tidak sehat.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie dalam bukunya.

Roby Tremonti Merasa Tersindir

Meski Aurelie tidak pernah menyebut nama asli pelaku dalam bukunya, Roby Tremonti merasa tersindir dengan karakter Bobby tersebut. Ia kemudian muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi.

Roby mengklaim bahwa dirinya pernah menikah dengan Aurelie pada 10 Oktober 2011. Saat itu, ia menyatakan Aurelie sudah berusia 18 tahun dan memiliki KTP.

“Saya menikahi Aurelie saat dia berusia 18 tahun dan dua bulan pada 10 Oktober 2011,” kata Roby saat di temui di Cibinong, Bogor.

Roby membantah keras tuduhan child grooming dan pedofilia yang di alamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa hubungan mereka di dasari rasa suka sama suka sesama orang dewasa.

“Narasi saya memanipulasi anak polos umur 15 tahun itu tidak tepat,” jelasnya.

Bantahan Keras dari Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans langsung membantah klaim pernikahan yang di ajukan Roby Tremonti. Ia menegaskan bahwa pernikahan tersebut tidak pernah sah baik secara hukum maupun agama.

Sang aktris menunjukkan bukti berupa Status Liber dari gereja. Dokumen tersebut menyatakan bahwa ia belum pernah menikah secara kanonik atau hukum gereja Katolik.

“Status liber hanya dapat di berikan apabila setelah pemeriksaan oleh Gereja dan otoritas Vatikan di temukan bahwa pernikahan tersebut sejak awal tidak pernah sah,” jelas Aurelie dalam keterangan tertulisnya.

Aurelie menyatakan pernikahan yang di klaim Roby tidak sah karena ada unsur paksaan dan pemalsuan dokumen. Ia bahkan sudah mengonfirmasi hal ini dengan pihak gereja.

Klaim Kontroversial Roby Tremonti

Dalam upaya membersihkan namanya, Roby Tremonti mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial. Ia bahkan menyinggung kehidupan pribadi Aurelie sebelum mengenalnya.

Roby mengklaim memiliki bukti video wawancara lama di mana Aurelie mengaku sudah berciuman pertama kali pada umur 13 tahun di Belgia. Pernyataan ini menuai kecaman dari banyak pihak.

“Saya menolak di sebut melakukan grooming atau pedofilia. Saya memiliki bukti video wawancara lama di mana Aurelie mengakui bahwa dia sudah berciuman pertama kali pada umur 13 tahun di Belgia,” ucap Roby.

Ia juga membantah tuduhan pernikahan paksa dan ancaman menyebar foto tidak senonoh. Roby menantang siapa pun untuk membuktikan keberadaan foto yang di maksud.

Foto dan Surat Nikah yang Diperdebatkan

Roby Tremonti berusaha memperkuat klaimnya dengan menunjukkan foto pernikahan dan surat nikah dari gereja. Ia memperlihatkan momen saat berdiri di depan altar bersama Aurelie.

Namun Aurelie membantah keabsahan surat nikah tersebut. Ia menceritakan pernah mendatangi gereja katedral di Bogor untuk meminta klarifikasi kepada Romo Driyanto.

Setelah mendengar cerita Aurelie, Romo Driyanto kemudian menemui pastor yang konon mengeluarkan surat nikah tersebut. Dari pertemuan itu, terungkap bahwa surat nikah yang di klaim Roby palsu.

Aurelie menegaskan bahwa ia memiliki bukti kuat untuk mendukung klaimnya. Status Liber yang ia pegang menjadi bukti bahwa ia tidak pernah terikat pernikahan sah.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Aurelie Moeremans tidak sendirian dalam menghadapi kontroversi ini. Banyak pihak yang memberikan dukungan kepadanya, termasuk sejumlah selebritas dan aktivis perlindungan anak.

Save the Children Indonesia menyoroti kasus ini sebagai refleksi nyata bahwa anak selalu berada dalam konteks risiko kekerasan. Mereka menekankan bahwa setiap orang dewasa berpotensi menjadi pelaku.

“Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk di mintai pertanggungjawaban atas relasi yang di bangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa,” kata perwakilan organisasi tersebut.

Kak Seto juga akhirnya buka suara soal kasus ini. Ia menegaskan bahwa segala bentuk manipulasi relasi tidak setara serta praktik child grooming harus di kecam.

Dampak Buku Broken Strings

Buku Broken Strings tidak hanya menjadi kisah personal Aurelie semata. Karya ini berhasil membuka mata publik tentang bahaya child grooming yang sering tidak di sadari.

Banyak pembaca yang merinding membaca kekejaman tokoh Bobby dalam buku tersebut. Kisah Aurelie menjadi pengingat bahwa ancaman kekerasan sering datang dari sosok yang tampak aman dan terpercaya.

Organisasi perlindungan anak menyebut grooming sebagai tindakan manipulatif untuk mengeksploitasi anak secara psikologis dan seksual. Proses ini biasanya di awali dengan pendekatan yang tampak seperti perhatian atau dukungan.

Broken Strings berhasil mengubah pengalaman pribadi menjadi diskursus sosial yang penting. Buku ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali tanda-tanda grooming.

Aurelie Merasa Tidak Lagi Sendirian

Viralnya buku Broken Strings membawa perubahan signifikan bagi Aurelie Moeremans. Ia mengaku merasa tidak lagi sendirian setelah mendapat dukungan dari banyak pihak.

Dukungan dari Denny Sumargo menjadi salah satu yang paling berkesan baginya. Keputusan sang podcaster untuk tidak mengundang Roby menunjukkan keberpihakan yang jelas.

Aurelie kini sudah menikah dengan Tyler Bigenho dan menjalani kehidupan bahagia. Ia memilih untuk tidak larut dalam drama masa lalu yang sudah selesai.

Sementara itu, Roby Tremonti masih terus berupaya membersihkan namanya. Ia bahkan mengancam akan mengambil langkah hukum jika tuduhan terhadapnya terus berlanjut.

Pelajaran dari Kasus Ini

Sikap Denny Sumargo memberikan pelajaran penting bagi para content creator. Tidak semua kontroversi layak di jadikan konten, terutama jika menyangkut keselamatan dan kesejahteraan korban.

Keputusan untuk tidak memberikan panggung kepada pelaku dugaan kekerasan menunjukkan integritas yang patut diapresiasi. Denny memilih berpihak pada korban meski potensi viewers dari kontroversi ini sangat besar.

Kasus ini juga mengingatkan pentingnya edukasi tentang child grooming kepada masyarakat luas. Praktik manipulasi ini sering terjadi di lingkungan yang tampak aman dan sulit di kenali sejak awal.

Keberanian Aurelie untuk berbicara membuka ruang diskusi yang selama ini tabu di Indonesia. Broken Strings menjadi bukti bahwa trauma masa lalu tidak harus di pendam sendiri selamanya.